Sabtu, 04 Maret 2017

Sleeping Beauty Syndrome a.k.a Kleine Levine Syndrome

Sindrom Kleine-Levine yaitu satu penyakit neurologis langka yang uniknya umum terkena oleh pria dewasa, sekitaran 70% dari jumlah pasien sindrom sleeping beauty yaitu lelaki. Karakterisitik paling utama dari penyakit ini yaitu berlangsungnya periode dimana penderitanya tidur dalam periode waktu yang lama, kurang lebih kian lebih 20 jam /harinya. Periode ini bisa berjalan sepanjang sekian hari sampai sebagian bln.. Namun sesudah periode itu selesai, pasien sindrom sleeping beauty dapat melakukan aktivitas umum layaknya seperti orang normal.

Masalah pertama dari sindrom ini dilaporkan oleh Brierre de Boismont pada th. 1862. Masalah ini nampak sebagian dekade sebelumnya munculnya epidemik encephalitis lethargica. Namun baru pada th. 1925 masalah hiperinsomnia yang terus-terusan berulang dihimpun serta dilaporkan oleh Willi Kleine di Frankfurt. Max Levin lalu meneruskan riset berkaitan sindrom sleeping beauty dengan memberikan sebagian teori yang mensupport. Sindrom sleeping beauty lalu dinamakan Kleine-Levin Syndrome oleh Critchley pada th. 1962 sesudah ia terlebih dulu memonitor 15 masalah berkaitan beberapa gejala sindrom sleeping beauty yang nampak pada prajurit-prajurit Inggris yang bertugas pada perang dunia II.


Apa sajakah tanda-tanda sindrom sleeping beauty? 

Ciri intinya yaitu saat tidur yang terlalu berlebih saat sindrom itu menyerang, bebrapa saat ini umum dimaksud ‘episode’. Bila satu episode berlangsung, pasien bisa mempunyai karakteristik seperti berikut :

  1. Pasien tidak bisa membedakan mana fakta mana mimpi. Seringkali di sela-sela berlangsungnya episode, pasien kerap melamun serta tampak seakan-akan tak sadar dengan lingkungan sekitarnya. 
  2. Saat terbangun di tengah-tengah saat tidur panjangnya, pasien bisa bertingkah laris seperti anak kecil, terasa kebingungan, disorientasi, letargi (kehilangan daya serta terasa begitu lemas), sampai apatis atau tak tunjukkan emosi pada yang berlangsung di sekelilingnya. 
  3. Pasien juga dilaporkan jadi lebih peka pada beberapa hal misalnya nada serta sinar. Kehilangan nafsu makan dapat juga berlangsung saat satu episode tengah berjalan. Sebagian juga menyebutkan timbulnya nafsu seksual yang bertambah dengan cara mendadak. 
  4. Sindrom sleeping beauty ini adalah satu siklus. Setiap episode bisa berjalan sepanjang sekian hari, sebagian minggu, bahkan juga sebagian bln.. Saat satu episode berjalan, pasien tidak bisa lakukan pekerjaan seperti orang normal misalnya pergi ke kantor atau ke sekolah. Lantaran kian lebih 1/2 harinya bakal dipakai untuk tidur. Mereka juga tak dapat mengurusi dianya lantaran walau mereka terbangun, namun lalu mereka bakal terasa sangat capek, tak miliki tenaga, serta alami disorientasi. 
  5. Apa yang mengakibatkan terjadinya sindrom sleeping beauty? 


Sama dengan penyakit langka yang lain, masihlah belum ada keterangan berkaitan apa sesungguhnya yang mengakibatkan terjadinya penyakit ini. Namun beberapa gejala yang nampak pada sindrom ini memberikan indikasi ada malfungsi kerja sisi hipotalamus serta thalamus pada otak. Ke-2 sisi ini pada otak bertindak dalam mengatur nafsu makan dan tidur.


Bagaimana penyembuhan untuk pasien sindrom sleeping beauty? 

Dibanding dengan therapy obat, pendampingan serta perlakuan dirumah waktu episode sindrom sleeping beauty nampak tambah lebih diutamakan. Sebagian type obat bisa dikonsumsi namun maksudnya bukanlah untuk menyembuhkan sindrom itu tetapi cuma kurangi gejala-gejalanya. Obat-obatan yang berbentuk stimulan seperti amfetamin, methylphenidate, serta modafinil bisa dipakai untuk menangani rasa kantuk terlalu berlebih yang diakibatkan sindrom sleeping beauty. Namun type obat-obatan itu bisa tingkatkan iritabilitas pasien serta tak punya pengaruh untuk kurangi abnormalitas kekuatan kognitif yang berlangsung waktu episode berjalan.

Karenanya, pengawasan serta perlakuan dirumah sepanjang episode berlangsung sangat utama. Pasien bakal alami kesusahan mengurusi dianya hingga pertolongan orang lain sangat diperlukan. Sesudah satu episode selesai, pasien umumnya akan tidak mengingat apa yang berlangsung sepanjang episode sindrom berjalan. Umumnya episode-episode sindrom sleeping beauty ini lama kelamaan bakal menyusut durasi serta intensitasnya. Sistem ini bisa berjalan sepanjang 8 sampai 12 th. lamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar