Sabtu, 04 Maret 2017

Circadian Rhythm Sleep Disorders

Semuanya kita alami apa yang dimaksud dengan jam biologis yang mengatur siklus tubuhiah, terutama terkait dengan tidur. Hal semacam ini di kenal dengan " Circadian rhythms, ” yakni satu siklus umum sepanjang 24 jam paling akhir di mana seorang tak lihat jam atau matahari. Permasalahan nampak waktu lingkungan menuntut satu siklus yang tidak sama dengan ritme internal seorang, di mana hal itu tidak bisa bekerja sesuai sama siklus 24 jam-an yang normal. Hal semacam ini bisa berlangsung dalam masalah seperti jet-lag, pergantian giliran saat kerja/shift serta interupsi waktu tertidur serta ini kerap mengakibatkan sleep-wake disorders. Beberapa orang dipaksa untuk bangun waktu manfaat tubuhiahnya menginginkan tidur atau sebalinya.

Tanda-tanda Sleep-wake (Circadian Rhythm) Disorder :
1. Tak ada keselarasan pada ritme tidur internal dengan keadaan riil lingkungan, orang tak dapat tidur waktu menginginkan tidur, atau mendadak tertidur walau sebenarnya tak dikehendaki.
2. Bila permasalahan menetap orang bisa terasa lemas, disorientasi serta bisa sakit. Bila individu bisa saja untuk ikuti siklus tidur-bangunnya dengan cara normal, persoalan itu bisa diatasi.

Tanda-tanda penambahan yang bisa dilihat :

1. Sindrom tertundanya tidur, individu umumnya terlambat tidur serta bangun kesiangan.
2. Sindrom jetlag, orang yang melancong melalui zona saat serta dipaksa tertidur tidak sama dengan jadwal umumnya. Tanda-tanda ini umumnya hilang sesudah 2-3 hari.
3. Sindrom kerja shift, orang yang bekerja ketika semestinya tidur.

Orang mempunyai kekuatan yang tidak sama dalammenyesuaikan diri dengan pergantian jadwal tidur. Orang muda umum lebih adaptif. Namun mereka yang terlambat tidur bisa mengganggu aktivitasnya dikeesokan hari.

Masalah insomnia meskinya dikesampingkan waktu seorang mulai alami sleep-awake (circadian rhythm) disorder. Beberapa orang dengan masalah jadwal tidur
Tak mempunyai masalah dengan tidur jika memperoleh peluang untuk tidur dengan jadwal normal. Pemberian obat untuk menangani kesusahan tidur bakal menyebabkan komplikasi spesifik jika permasalahan dasarnya tak diakukan dengan baik.

Sleeping Beauty Syndrome a.k.a Kleine Levine Syndrome

Sindrom Kleine-Levine yaitu satu penyakit neurologis langka yang uniknya umum terkena oleh pria dewasa, sekitaran 70% dari jumlah pasien sindrom sleeping beauty yaitu lelaki. Karakterisitik paling utama dari penyakit ini yaitu berlangsungnya periode dimana penderitanya tidur dalam periode waktu yang lama, kurang lebih kian lebih 20 jam /harinya. Periode ini bisa berjalan sepanjang sekian hari sampai sebagian bln.. Namun sesudah periode itu selesai, pasien sindrom sleeping beauty dapat melakukan aktivitas umum layaknya seperti orang normal.

Masalah pertama dari sindrom ini dilaporkan oleh Brierre de Boismont pada th. 1862. Masalah ini nampak sebagian dekade sebelumnya munculnya epidemik encephalitis lethargica. Namun baru pada th. 1925 masalah hiperinsomnia yang terus-terusan berulang dihimpun serta dilaporkan oleh Willi Kleine di Frankfurt. Max Levin lalu meneruskan riset berkaitan sindrom sleeping beauty dengan memberikan sebagian teori yang mensupport. Sindrom sleeping beauty lalu dinamakan Kleine-Levin Syndrome oleh Critchley pada th. 1962 sesudah ia terlebih dulu memonitor 15 masalah berkaitan beberapa gejala sindrom sleeping beauty yang nampak pada prajurit-prajurit Inggris yang bertugas pada perang dunia II.


Apa sajakah tanda-tanda sindrom sleeping beauty? 

Ciri intinya yaitu saat tidur yang terlalu berlebih saat sindrom itu menyerang, bebrapa saat ini umum dimaksud ‘episode’. Bila satu episode berlangsung, pasien bisa mempunyai karakteristik seperti berikut :

  1. Pasien tidak bisa membedakan mana fakta mana mimpi. Seringkali di sela-sela berlangsungnya episode, pasien kerap melamun serta tampak seakan-akan tak sadar dengan lingkungan sekitarnya. 
  2. Saat terbangun di tengah-tengah saat tidur panjangnya, pasien bisa bertingkah laris seperti anak kecil, terasa kebingungan, disorientasi, letargi (kehilangan daya serta terasa begitu lemas), sampai apatis atau tak tunjukkan emosi pada yang berlangsung di sekelilingnya. 
  3. Pasien juga dilaporkan jadi lebih peka pada beberapa hal misalnya nada serta sinar. Kehilangan nafsu makan dapat juga berlangsung saat satu episode tengah berjalan. Sebagian juga menyebutkan timbulnya nafsu seksual yang bertambah dengan cara mendadak. 
  4. Sindrom sleeping beauty ini adalah satu siklus. Setiap episode bisa berjalan sepanjang sekian hari, sebagian minggu, bahkan juga sebagian bln.. Saat satu episode berjalan, pasien tidak bisa lakukan pekerjaan seperti orang normal misalnya pergi ke kantor atau ke sekolah. Lantaran kian lebih 1/2 harinya bakal dipakai untuk tidur. Mereka juga tak dapat mengurusi dianya lantaran walau mereka terbangun, namun lalu mereka bakal terasa sangat capek, tak miliki tenaga, serta alami disorientasi. 
  5. Apa yang mengakibatkan terjadinya sindrom sleeping beauty? 


Sama dengan penyakit langka yang lain, masihlah belum ada keterangan berkaitan apa sesungguhnya yang mengakibatkan terjadinya penyakit ini. Namun beberapa gejala yang nampak pada sindrom ini memberikan indikasi ada malfungsi kerja sisi hipotalamus serta thalamus pada otak. Ke-2 sisi ini pada otak bertindak dalam mengatur nafsu makan dan tidur.


Bagaimana penyembuhan untuk pasien sindrom sleeping beauty? 

Dibanding dengan therapy obat, pendampingan serta perlakuan dirumah waktu episode sindrom sleeping beauty nampak tambah lebih diutamakan. Sebagian type obat bisa dikonsumsi namun maksudnya bukanlah untuk menyembuhkan sindrom itu tetapi cuma kurangi gejala-gejalanya. Obat-obatan yang berbentuk stimulan seperti amfetamin, methylphenidate, serta modafinil bisa dipakai untuk menangani rasa kantuk terlalu berlebih yang diakibatkan sindrom sleeping beauty. Namun type obat-obatan itu bisa tingkatkan iritabilitas pasien serta tak punya pengaruh untuk kurangi abnormalitas kekuatan kognitif yang berlangsung waktu episode berjalan.

Karenanya, pengawasan serta perlakuan dirumah sepanjang episode berlangsung sangat utama. Pasien bakal alami kesusahan mengurusi dianya hingga pertolongan orang lain sangat diperlukan. Sesudah satu episode selesai, pasien umumnya akan tidak mengingat apa yang berlangsung sepanjang episode sindrom berjalan. Umumnya episode-episode sindrom sleeping beauty ini lama kelamaan bakal menyusut durasi serta intensitasnya. Sistem ini bisa berjalan sepanjang 8 sampai 12 th. lamanya.

Short Sleeper Syndrome

Short sleeper syndrome (SSS) yaitu arti yang mengacu pada pola tidur abnormal yang dihadapi oleh cuma beberapa orang. Individu dengan SSS tak dengan berniat membatasi saat tidur, bukanlah juga tidur sebentar lantaran tidak ada cukup saat. Badan mereka terasa telah cukup tidur cuma dengan 3-5 jam, bahkan juga pola tidur itu tetaplah berkelanjutan waktu akhir minggu serta hari libur.

Walau mempunyai saat tidur yang lebih singkat, mereka terbangun dari tidur dalam kondisi fresh serta bertenaga seperti individu dengan saat tidur normal biasanya, dan tak mesti “membayar” saat tidur yang kurang pada saat siang hari.


Bagaimana short sleeper syndrome bisa terjadi? 

Pergantian saat tidur peluang berlangsung ketika saat anak-anak atau remaja, serta berlanjut sampai dewasa. Di samping aspek itu, satu riset tunjukkan beberapa orang alami mutasi gen yang mengakibatkan mereka bisa memikirkan serta melakukan aktivitas dengan normal meskipun mempunyai saat tidur malam hari yang lebih singkat. Keadaan ini bisa di turunkan, hingga individu yang alami SSS peluang mempunyai anggota keluarga dengan pola tidur yang sama.

Waktu tertidur badan, alami beragam sistem perbaikan sel termasuk juga sel otak, serta sistem ini mempunyai saat yang beragam. Keadaan mutasi gen penyebabnya SSS bisa menyebabkan perbaikan sel waktu tertidur jadi condong lebih singkat.


Short sleeper syndrome bukanlah masalah tidur 

Masalah tidur dikarenakan oleh beragam pola hidup tak sehat serta buruknya perlakuan stress. Diluar itu, masalah tidur mempunyai pola sendiri seperti siklus, hingga selalu berlangsung dengan cara berulang serta mengakibatkan seorang alami efek kesehatan serta keadaan fisik. Individu dengan SSS tak alami hal itu, lantaran mereka mempunyai jam biologis sendiri akibatnya karena keadaan mutasi gen.

Menurut pakar neurologi klinis dari University of Utah, Dr. Christopher Jones (seperti yang ditulis oleh dreams. co. uk), “Individu dengan SSS mempunyai mood yang lebih semangat serta bentuk badan yang lebih kurus, sedang individu yang alami kekurangan saat tidur akibat masalah tidur lebih condong alami kegemukan. ” Ia juga memberikan, individu dengan SSS condong lebih tahan pada rasa nyeri serta desakan psikologis.


Apakah short sleeper syndrome aman untuk kesehatan? 

Pada individu sehat, keadaan SSS tak mengakibatkan permasalahan kesehatan lantaran mereka melakukan aktivitas sesuai sama jam biologisnya semasing. Tidur sebentar saja telah bisa penuhi saat untuk pergantian sel hingga saat tidur jadi lebih efektif serta tetaplah berkwalitas. Tetapi butuh diingat, keadaan SSS tak dihadapi oleh kebanyakan orang. Penuhilah keperluan saat tidur normal bila Anda terasa lemas serta alami beragam tanda-tanda kekurangan saat tidur waktu tertidur kurang dari enam jam.


Hal yang butuh di perhatikan bila durasi tidur Anda sangat pendek 

Terkecuali keadaan genetik yang mengakibatkan tidur sangat singkat, saat tidur seorang bisa beragam tergantung pola mengkonsumsi, tingkat kesibukan, serta keadaan kejiwaan. Sebagian orang bahkan juga memerlukan saat tidur sampai 11 atau 12 jam untuk rasakan kesegaran badan yang maksimal. Diluar itu, tanpa ada diakui pergantian saat tidur dapat juga bikin Anda punya kebiasaan tertidur sangat singkat ataupun sangat lama.

Keadaan SSS tak dihadapi oleh kebanyakan orang lantaran keadaan ini condong langka bila dibanding dengan masalah tidur. Dokter membedakan SSS serta masalah tidur lewat cara bertanya pola kesibukan. Sebagian orang juga condong tahan rasa mengantuk waktu siang hari dengan saat tidur yang singkat, tetapi hal semacam ini tetaplah beresiko untuk kesehatan.

Saat tidur yang sangat singkat bisa dipicu oleh sebagian keadaan salah satunya :

  • Pergantian saat kerja (shift) 
  • Desakan kejiwaan 
  • Alami penyakit kronis 
  • Rutinitas konsumsi kafein 
  • Mengkonsumsi alkohol atau merokok berlebih 
  • Mengkonsumsi obat yang memiliki kandungan simultan seperti kokain serta amfetamin 
  • Bila Anda mempunyai karakteristik yang sama dengan diatas serta/atau alami masalah tidur, itu artinya Anda tak alami SSS serta mungkin saja membutuhkan perbaikan pola tidur.