Minggu, 12 Februari 2017

Deja Vu


Deja vu, yang asal katanya diambil dari Bahasa Perancis, adalah suatu perasaan ketika seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Sekelompok orang mengasosiasikannya dengan gangguan pada otak sedangkan lainnya menghubungkan Deja vu dengan kehidupan lain di masa lalu. Pada suatu waktu, beberapa di antara kita tentu pernah mengalami hal ini.
          
  

Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi baru, seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu. Seseorang merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah melihat hal itu dalam mimpinya. Istilah Deja vu ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis. Kebanyakan mereka yang mengalami Deja vu mengklaim telah melihat sesatu dalam mimpi mereka atau sangat yakin telah melihat itu beberapa waktu yang lalu.

Beberapa Jenis Deja vu

Deja Senti: perasaan ini merujuk pada sesuatu "yang sudah dirasakan". Hal itu merupakan fenomena kejiwaan dan para peneliti meyakini bahwa sesuatu yang telah dirasakan di masa lalu itu sangat mirip dengan yang dirasakan saat ini. Kesamaan pada kedua pengalaman tersebut membuat seseorang merasa bahwa dia telah merasakan hal yang sama di masa lalu.

Deja Vecu: suatu perasaan bahwasanya segala sesuatu yang sedang terjadi baru saja itu identik dengan apa yang terjadi sebelumnya serta satu gagasan tidak wajar tentang apa yang akan terjadi berikutnya, diterminologikan sebagai Deja vecu. Seseorang yang mengalami perasaan Deja vecu mengklaim telah mengetahui apa yang sedikit lagi akan terjadi dan kadang kala merasa telah mengingat hal tersebut.

Deja Visite: Bentuk Deja vu ini merupakan suatu perasaan pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru. Seseorang yang mengalami bentuk Deja vu ini mengklaim memiliki pengetahuan tentang sebuah tempat yang belum dikunjungi. Seseorang mengklaim mengetahui letak geografi suatu tempat, ketika dia belum pernah ke sana dalam kenyataannya. Deja visite dicirikhaskan dengan sebuah pengetahuan tidak wajar tentang suatu tempat yang belum pernah dikunjungi.

            Para peneliti telah lama mencari berbagai sebab di balik Deja vu. Mereka mengasosiasikan penyakit-penyakit seperti schizophrenia, kegelisahan atau gangguan neurologi lainnya. Para peneliti belum mencapai kesuksesan dalam membangun hubungan antara penyakit-penyakit tersebut dengan Deja vu.

Namun, para peneliti telah menemukan bahwa Deja vu bisa saja merupakan hasil dari kegagalan sistem kelistrikan otak. Deja vu dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada
ingatan atau memori. Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu Deja vu. Obat-obatan seperti amantadine dan phenylpropanolamine telah diteliti sebagai penyebab perasaan Deja vu. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada area mesial temporal otak yang menyebabkan Deja vu.

Otak
manusia merupakan organ yang kompleks dan sangat menarik. Sudah merupakan kecenderungan otak untuk menarik kesimpulan dari berbagai situasi yang berbeda. Otak seringkali mencoba untuk bereksperimen mereproduksi suatu situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Oleh karena itu antisipasi beberapa kejadian oleh seseorang bisa membuat orang tersebut berpikir bahwa dia telah mengalami suatu kejadian yang sama di masa lalu.

Yang menarik di sini, bisa saja terjadi bahwa salah satu dari mata kita melihat sesuatu sebelum mata yang lain. Satu mata merekam kejadian sebelumnya. Mata yang lainnya, yang merekam kejadian yang sama beberapa milidetik kemudian, membuat otak merasakan ingatan. Salah satu mata merasakan sesuatu dan otak mengartikannya. Mata lain yang tertinggal beberapa milidetik merasakan hal yang sama dan mengirim gambar tersebut ke otak. Begitu otak merasakan hal yang sama beberapa milidetik kemudian, orang tersebut merasa bahwa dia telah melihat itu sebelumnya. Gagasan ini tidak dapat menjadi alasan tepat untuk Deja vu karena orang yang hanya memiliki satu mata juga mengalami Deja vu.

Tidak semua orang percaya bahwa semua bisa dijelaskan oleh
ilmu pengetahuan. Beberapa teori terkait dengan Deja vu pada kemampuan fisik tertentu yang dimiliki manusia, di lain pihak, orang lain mengatakan bahwa perasaan Deja vu merupakan hasil dari kehidupan lain di masa lalu. Memang benar, Deja vu memiliki sifat-sifat misterius.

False Awakening

False awakening atau tipuan tidur yaitu satu kondisi yang bikin seorang merasa sudah terbangun dari tidur/mimpinya, orang itu jadi tak sadar kalau sesungguhnya dianya masihlah belum terbangun dari tidur. False awakening umumnya berlangsung jika anda memiliki banyak gagasan yang perlu anda kerjakan, semua sangat memebebani otak sampai memengaruhi alam bawah sadar. Hasrat yang tertanam dalam alam bawah sadar kerap dikomunikasikan lewat mimpi supaya anda tetaplah konsentrasi dengan hasrat/gagasan anda itu. Hal semacam ini umumnya berlangsung saat dalam kondisi begitu capek, tetapi lakukan kebiasaan keseharian. Pada dasarnya, False Awakening berlangsung saat otak telah siap untuk terbangun serta beraktivitas seperti umum, tetapi badan sangat capek untuk betul-betul terbangun. 


Biasanya didalam mimpi ini mereka yang mengalami false awakening akan bermimpi tentang aktivitasnya sehari hari, seperti bekerja, ke sekolah, makan. Banyak orang yang pastinya sudah mengalami false awakening.

False Awakening akan berbahaya bagi orang yang tidak sadar kalau dia sedang bermimpi, dia bisa saja lebih memilih melanjutkan tidur dan melanjutkan aktivitasnya dalam mimpi ketimbang bangun dan melanjutkan kehidupan aslinya.

SleepWalking

Sleepwalking dikenal juga dengan sebutan somnabulisme, yaitu satu masalah yang mengakibatkan seorang bangun serta jalan waktu tengah tidur. Paling umum berlangsung pada anak pada umur 8 serta 12 th.. Sleepwalking tak mengisyaratkan ada permasalahan kesehatan yang serius atau membutuhkan penyembuhan. 

Tetapi, sleepwalking bisa berlangsung di semua umur serta bisa mengakibatkan tingkah laku bahkan juga beresiko, seperti memanjat keluar jendela atau kencing di almari atau kaleng sampah. 

Gejala 
Sleepwalking diklasifikasikan sebagai parasomnia, satu tingkah laku atau pengalaman yg tidak dikehendaki sepanjang tidur. Seorang yang alami sleepwalking bisa alami : 
  1. Duduk ditempat tidur serta buka matanya 
  2. Mempunyai ekspresi mata sayu atau berkaca-kaca 
  3. Berkeliaran di sekitaran tempat tinggal, mungkin saja buka serta tutup pintu atau mematikan serta menghidupkan lampu 
  4. Beraktivitas teratur, seperti kenakan pakaian atau bikin makanan ringan, bahkan juga mengemudi mobil 
  5. Bicara atau bergerak dengan canggung 
  6. Menjerit, terlebih bila juga alami mimpi buruk 
  7. Susah dibangunkan saat episode sleepwalking terjadi 
Sleepwalking umumnya berlangsung sepanjang tidur pulas dimuka malam, umumnya satu hingga dua jam sesudah tertidur. Orang yang lakukan sleepwalking akan tidak ingat episode sleepwalking-nya pada pagi hari. Sleepwalking umum berlangsung pada anak-anak serta umumnya makin hilang saat remaja dikarenakan jumlah tidur pulas yang alami penurunan. 


Penyebab 
Banyak aspek yang bisa berperan dalam sleepwalking yaitu : 
  1. Kurang tidur 
  2. Kelelahan 
  3. Stres 
  4. Kecemasan 
  5. Demam 
  6. Tidur di lingkungan asing 
  7. Obat-obatan, seperti zolpidem (Ambien) 
Dalam penelitian paling baru, beberapa pakar sudah temukan satu hal utama dibalik fenomena sleepwalking. Hasil riset pada empat generasi tunjukkan kalau fenomena ini mungkin saja di pengaruhi oleh aspek keturunan. 

Tim peneliti dari Washington University memonitor empat generasi keluarga yang mana 9 dari 22 anggota mereka menderita sleepwalking. Sesudah lakukan analisis DNA memakai sampel air liur, peneliti temukan kalau semua pengidap sleepwalking mempunyai kecacatan pada kromosom 20, yang dapat di turunkan pada generasi selanjutnya. 

Menurut peneliti, dengan cuma mempunyai satu salinan dari DNA yg tidak prima itu, seorang di pastikan alami masalah sleepwalking. Orangtua yang membawa gen ini, mempunyai kesempatan 50-50 untuk menurunkannya pada anak mereka. 

" Ada peluang beberap type gen juga ikut serta. Apa yang kami dapatkan yaitu tempat genetik pertama sleepwalking. Kami belum tahu gen-gen mana saja yang terkait dengan kromosom 20 yang bertanggungjawab. 

Sampai kami temukan gen, kita takkan tahu apakah ini berlaku untuk sebagian keluarga saja atau keluaraga besar pengidap sleepwalking. Dengan temukan gen-gen ini, pastinya menolong temukan langkah penyembuhan masalah ini, " ungkap Dr Christina Gurnett, pemimpin penelitian dari Washington University. 

Sleepwalking diprediksikan dihadapi satu diantara 10 anak, dari satu di antara 50 orang dewasa. Jika seseorang mengalami kondisi ini pada malam hari, bagian primitif dari otaknya yakni batang otak menjadi aktif, sedangkan bagian otak yang mengendalikan kesadaran justru tidak aktif.

Alhasil, dalam kondisi tertidur mereka bisa duduk, berjalan-jalan dan bahkan menyelesaikan pekerjaan yang cukup rumit. Dalam kondisi tertidur, mereka dapat melakukan hal-hal yang sifatnya biasa, tetapi tak jarang pula ada yang menjadi 'liar' sehingga mencederai orang lain atau bahkan tertabrak di jalan raya. 

Astral Projection

Astral Projection atau dapat juga dimaksud Meraga sukma yaitu satu kondisi dimana jiwa kita lakukan perjalanan sendiri ke tempat lain, terpisah dari badan kita. Namun ini bukanlah satu mimpi, lantaran bila ditilik, jiwa kita betul-betul ada ditempat lain itu, serta dapat lakukan satu kesibukan disana. 


Umumnya orang berasumsi kalau Meraga Sukma cuma dapat dikerjakan oleh beberapa orang yang memiliki bawaan dari lahir. Namun siapa katakan? Meraga Sukma yaitu pengetahuan, serta semuanya pengetahuan tentu dapat dipelajari. Bahkan juga Meraga Sukma tak dari semuanya manusia, seperti momen De Javu (terasanya mengulang satu keadaan, sampai merasa kalau pernah lakukan hal yang sama terlebih dulu), momen ketindihan (orang Jawa menyampaikan jika itu di tindih hantu, namun itu tak benar), sensai jatuh dalam tidur (bangun dengan kaget lantaran terasanya jatuh), dan lain-lain. 

masihlah ada sedikit perbincangan diantara ilmuan mengenai ini. Tetapi Teori Fisika Kuantum Modern begitu dapat di terima. 



Satu medium spesifik yang pancarkan bebrapa cahaya photon tak selama-lamanya penuh. Kadang-kadang terputus. Artinya ada campur tangan dari bebrapa cahaya photon dari dimensi saat yang tidak sama. 


Ingat mengenai pernyataan Einstein tentang relatifitas waktu?. beberapa pihak menyampaikan bila waktu tidaklah suatu hal yang linier. dengan kata lain, tak ada yang di sebut " masa lalu ", " masa kini ", " masa depan ", " kematian " ataupun " kehidupan " 
Sampai kini, sistem pendewasaan kita yaitu satu siklus, perjalanan antar dimensi 
Beberapa pakar menyampaikan tak ada yang dimaksud kematian. walau kita mati di dimensi ini, kita bakal tetaplah hidup di dimensi lain. Serta selalu lakukan perjalanan antar dimensi.

Lucid Dream

Lucid Dreams atau Mimpi Sadar adalah sebuah mimpi ketika seseorang sadar bahwa ia sedang bermimpi. Istilah ini dicetuskan oleh psikiater dan penulis berkebangsaan Belanda, Frederik (Willem) van Eeden (1860–1932). Ketika mimpi sadar, si pemimpi mampu berpartisipasi secara aktif dan mengubah pengalaman imajinasi dalam dunia mimpinya. Mimpi sadar dapat terlihat nyata dan jelas.

Pengendalian mimpi sudah dilakukan bertahun-tahun oleh biksu tibet, Tetapi tidak dinamai lucid dream. Mereka menamainya dream yoga. Konsep lucid dream pertama kali diperkenalkan oleh Celia Green tahun 1960. Pada saat itu, orang masih belum terlalu percaya kalo lucid dream ada.

Tes resmi pertama dilakukan oleh Keith Hearne. Dia melakukannya dengan menangkap greakan mata sang voluntir, Alan Worsley (dalam fase REM, mata bergerak sesuai dengan gerakan mimpi). Tetapi penemuannya tidak terlalu menarik perhatian massa, sehingga penelitiannya terpendam.

Doktor Stephen LaBerge adalah orang yang mempopulerkan lucid dreaming. Dia bilang : itu mustahil untuk membuktikan kepada seseorang bahwa lucid dream itu ada sampai orang itu mengalaminya sendiri.

Sebuah mimpi sadar dapat muncul melalui dua cara. Mimpi sadar akibat mimpi (dream-initiated lucid dream; DILD) berawal sebagai mimpi biasa, dan si pemimpi langsung menyimpulkan bahwa ia sedang bermimpi, sementara mimpi sadar akibat terjaga (wake-initiated lucid dream; WILD) terjadi ketika si pemimpi pindah dari keadaan terjaga biasa ke keadaan bermimpi tanpa mengalami ketidaksadaran.

Berikut Jenis jenis Lucid Dream dan cara melakukannya

A. WILD (Wake Induced Lucid Dreams), adalah teknik yang dilakukan dengan 'kesadaran' orang terebut untuk masuk ke fase lucid. Atau dengan kata lain kita tidak tidur dalam arti sebenarnya dan tetap terjaga hingga melewati fase REM (Rapid Eye Movement) dan Sleep Paralyze yang dimana akan langsung terhubung ke dunia lucid.

B. WBTB (Wake Back To Bed), adalah teknik yang sangat similar dengan WILD. WBTB biasanya dilakukan untuk mengoptimalkan teknik WILD. Teknik ini mengaharuskan anda untuk tidur sebelumnya, dan setelah 4-5 Jam bangunlah sebentar, minum segelas air putih. Lalu lanjutkan tidur.


C. MILD (Mnemonic Induced Lucid Dreams), adalah teknik yang ditemukan oleh Dr. Stephen LeBerge. Teknik ini dilakukan dengan bantuan mimpi yang sebelumnya telah terjadi.
1. Lakukan tidur normal, pasang alarm 3-4 jam kemudian, dan bangunlah.
2, Catat mimpi yang tadi kalian alami di sebuah buku.
3. Setelah itu cobalah untuk kembali tidur, visualisasikan mimpi tadi dengan detail, dan usahakan untuk masuk kembali dalam mimpi tersebut untuk 'melanjutkan' mimpi yang sudah kalian alami.
4. Tanamlan afirmasi "Ketika saya mimpi seperti tadi, berarti saya lucid dreaming".

D. FILD (Finger Induced Lucid Dream), adalah teknik yang ditemukan oleh member DreamViews bernama hargarts. Teknik ini dilakukan dengan bantuan gerakan-gerakan jari yang akan membantu kita untuk masuk ke fase lucid.

E. EILD (Electrical/External Induced Lucid Dreams), adalah teknik yang menggunakan alat bantu eksternal untuk mencapai fase lucid dreaming. Contohnya seperti Googles Nova Dreamer, Vibrating Watch, Brainwaves, dan program/alat induksi lainnya.

F. DILD (Dream Induced Lucid Dreams), adalah teknik yang menggunakan 'kepekaan' diri terhadap mimpi untuk mencapai fase lucid dreaming. Atau dengan kata lain ketika anda sedang bermimpi, anda sadar ini adalah mimpi, dan dengan keinginan untuk lucid dream, anda akan masuk dan dapat melakukan dream bending.

G. DEILD (Dream Exit Induced Lucid Dreams), adalah teknik yang menggunakan bantuan alarm/Lucid Dream Timer untuk mencapai fase lucid dreaming. Dengan kata lain ini adalah teknik yang menyadarkan penggunanya bahwa "Sedang Mimpi" dengan dibunyikannya alarm tersebut.

Namun, Lucid Dream juga memiliki efek buruk seperti ketika manusia sudah merasakan Lucid Dream terlalu sering, ia mungkin bisa saja tidak bisa membedakan dunia mimpi dan nyata, juga bisa berlanjut ke Astral Project.