Sabtu, 04 Maret 2017

Circadian Rhythm Sleep Disorders

Semuanya kita alami apa yang dimaksud dengan jam biologis yang mengatur siklus tubuhiah, terutama terkait dengan tidur. Hal semacam ini di kenal dengan " Circadian rhythms, ” yakni satu siklus umum sepanjang 24 jam paling akhir di mana seorang tak lihat jam atau matahari. Permasalahan nampak waktu lingkungan menuntut satu siklus yang tidak sama dengan ritme internal seorang, di mana hal itu tidak bisa bekerja sesuai sama siklus 24 jam-an yang normal. Hal semacam ini bisa berlangsung dalam masalah seperti jet-lag, pergantian giliran saat kerja/shift serta interupsi waktu tertidur serta ini kerap mengakibatkan sleep-wake disorders. Beberapa orang dipaksa untuk bangun waktu manfaat tubuhiahnya menginginkan tidur atau sebalinya.

Tanda-tanda Sleep-wake (Circadian Rhythm) Disorder :
1. Tak ada keselarasan pada ritme tidur internal dengan keadaan riil lingkungan, orang tak dapat tidur waktu menginginkan tidur, atau mendadak tertidur walau sebenarnya tak dikehendaki.
2. Bila permasalahan menetap orang bisa terasa lemas, disorientasi serta bisa sakit. Bila individu bisa saja untuk ikuti siklus tidur-bangunnya dengan cara normal, persoalan itu bisa diatasi.

Tanda-tanda penambahan yang bisa dilihat :

1. Sindrom tertundanya tidur, individu umumnya terlambat tidur serta bangun kesiangan.
2. Sindrom jetlag, orang yang melancong melalui zona saat serta dipaksa tertidur tidak sama dengan jadwal umumnya. Tanda-tanda ini umumnya hilang sesudah 2-3 hari.
3. Sindrom kerja shift, orang yang bekerja ketika semestinya tidur.

Orang mempunyai kekuatan yang tidak sama dalammenyesuaikan diri dengan pergantian jadwal tidur. Orang muda umum lebih adaptif. Namun mereka yang terlambat tidur bisa mengganggu aktivitasnya dikeesokan hari.

Masalah insomnia meskinya dikesampingkan waktu seorang mulai alami sleep-awake (circadian rhythm) disorder. Beberapa orang dengan masalah jadwal tidur
Tak mempunyai masalah dengan tidur jika memperoleh peluang untuk tidur dengan jadwal normal. Pemberian obat untuk menangani kesusahan tidur bakal menyebabkan komplikasi spesifik jika permasalahan dasarnya tak diakukan dengan baik.

Sleeping Beauty Syndrome a.k.a Kleine Levine Syndrome

Sindrom Kleine-Levine yaitu satu penyakit neurologis langka yang uniknya umum terkena oleh pria dewasa, sekitaran 70% dari jumlah pasien sindrom sleeping beauty yaitu lelaki. Karakterisitik paling utama dari penyakit ini yaitu berlangsungnya periode dimana penderitanya tidur dalam periode waktu yang lama, kurang lebih kian lebih 20 jam /harinya. Periode ini bisa berjalan sepanjang sekian hari sampai sebagian bln.. Namun sesudah periode itu selesai, pasien sindrom sleeping beauty dapat melakukan aktivitas umum layaknya seperti orang normal.

Masalah pertama dari sindrom ini dilaporkan oleh Brierre de Boismont pada th. 1862. Masalah ini nampak sebagian dekade sebelumnya munculnya epidemik encephalitis lethargica. Namun baru pada th. 1925 masalah hiperinsomnia yang terus-terusan berulang dihimpun serta dilaporkan oleh Willi Kleine di Frankfurt. Max Levin lalu meneruskan riset berkaitan sindrom sleeping beauty dengan memberikan sebagian teori yang mensupport. Sindrom sleeping beauty lalu dinamakan Kleine-Levin Syndrome oleh Critchley pada th. 1962 sesudah ia terlebih dulu memonitor 15 masalah berkaitan beberapa gejala sindrom sleeping beauty yang nampak pada prajurit-prajurit Inggris yang bertugas pada perang dunia II.


Apa sajakah tanda-tanda sindrom sleeping beauty? 

Ciri intinya yaitu saat tidur yang terlalu berlebih saat sindrom itu menyerang, bebrapa saat ini umum dimaksud ‘episode’. Bila satu episode berlangsung, pasien bisa mempunyai karakteristik seperti berikut :

  1. Pasien tidak bisa membedakan mana fakta mana mimpi. Seringkali di sela-sela berlangsungnya episode, pasien kerap melamun serta tampak seakan-akan tak sadar dengan lingkungan sekitarnya. 
  2. Saat terbangun di tengah-tengah saat tidur panjangnya, pasien bisa bertingkah laris seperti anak kecil, terasa kebingungan, disorientasi, letargi (kehilangan daya serta terasa begitu lemas), sampai apatis atau tak tunjukkan emosi pada yang berlangsung di sekelilingnya. 
  3. Pasien juga dilaporkan jadi lebih peka pada beberapa hal misalnya nada serta sinar. Kehilangan nafsu makan dapat juga berlangsung saat satu episode tengah berjalan. Sebagian juga menyebutkan timbulnya nafsu seksual yang bertambah dengan cara mendadak. 
  4. Sindrom sleeping beauty ini adalah satu siklus. Setiap episode bisa berjalan sepanjang sekian hari, sebagian minggu, bahkan juga sebagian bln.. Saat satu episode berjalan, pasien tidak bisa lakukan pekerjaan seperti orang normal misalnya pergi ke kantor atau ke sekolah. Lantaran kian lebih 1/2 harinya bakal dipakai untuk tidur. Mereka juga tak dapat mengurusi dianya lantaran walau mereka terbangun, namun lalu mereka bakal terasa sangat capek, tak miliki tenaga, serta alami disorientasi. 
  5. Apa yang mengakibatkan terjadinya sindrom sleeping beauty? 


Sama dengan penyakit langka yang lain, masihlah belum ada keterangan berkaitan apa sesungguhnya yang mengakibatkan terjadinya penyakit ini. Namun beberapa gejala yang nampak pada sindrom ini memberikan indikasi ada malfungsi kerja sisi hipotalamus serta thalamus pada otak. Ke-2 sisi ini pada otak bertindak dalam mengatur nafsu makan dan tidur.


Bagaimana penyembuhan untuk pasien sindrom sleeping beauty? 

Dibanding dengan therapy obat, pendampingan serta perlakuan dirumah waktu episode sindrom sleeping beauty nampak tambah lebih diutamakan. Sebagian type obat bisa dikonsumsi namun maksudnya bukanlah untuk menyembuhkan sindrom itu tetapi cuma kurangi gejala-gejalanya. Obat-obatan yang berbentuk stimulan seperti amfetamin, methylphenidate, serta modafinil bisa dipakai untuk menangani rasa kantuk terlalu berlebih yang diakibatkan sindrom sleeping beauty. Namun type obat-obatan itu bisa tingkatkan iritabilitas pasien serta tak punya pengaruh untuk kurangi abnormalitas kekuatan kognitif yang berlangsung waktu episode berjalan.

Karenanya, pengawasan serta perlakuan dirumah sepanjang episode berlangsung sangat utama. Pasien bakal alami kesusahan mengurusi dianya hingga pertolongan orang lain sangat diperlukan. Sesudah satu episode selesai, pasien umumnya akan tidak mengingat apa yang berlangsung sepanjang episode sindrom berjalan. Umumnya episode-episode sindrom sleeping beauty ini lama kelamaan bakal menyusut durasi serta intensitasnya. Sistem ini bisa berjalan sepanjang 8 sampai 12 th. lamanya.

Short Sleeper Syndrome

Short sleeper syndrome (SSS) yaitu arti yang mengacu pada pola tidur abnormal yang dihadapi oleh cuma beberapa orang. Individu dengan SSS tak dengan berniat membatasi saat tidur, bukanlah juga tidur sebentar lantaran tidak ada cukup saat. Badan mereka terasa telah cukup tidur cuma dengan 3-5 jam, bahkan juga pola tidur itu tetaplah berkelanjutan waktu akhir minggu serta hari libur.

Walau mempunyai saat tidur yang lebih singkat, mereka terbangun dari tidur dalam kondisi fresh serta bertenaga seperti individu dengan saat tidur normal biasanya, dan tak mesti “membayar” saat tidur yang kurang pada saat siang hari.


Bagaimana short sleeper syndrome bisa terjadi? 

Pergantian saat tidur peluang berlangsung ketika saat anak-anak atau remaja, serta berlanjut sampai dewasa. Di samping aspek itu, satu riset tunjukkan beberapa orang alami mutasi gen yang mengakibatkan mereka bisa memikirkan serta melakukan aktivitas dengan normal meskipun mempunyai saat tidur malam hari yang lebih singkat. Keadaan ini bisa di turunkan, hingga individu yang alami SSS peluang mempunyai anggota keluarga dengan pola tidur yang sama.

Waktu tertidur badan, alami beragam sistem perbaikan sel termasuk juga sel otak, serta sistem ini mempunyai saat yang beragam. Keadaan mutasi gen penyebabnya SSS bisa menyebabkan perbaikan sel waktu tertidur jadi condong lebih singkat.


Short sleeper syndrome bukanlah masalah tidur 

Masalah tidur dikarenakan oleh beragam pola hidup tak sehat serta buruknya perlakuan stress. Diluar itu, masalah tidur mempunyai pola sendiri seperti siklus, hingga selalu berlangsung dengan cara berulang serta mengakibatkan seorang alami efek kesehatan serta keadaan fisik. Individu dengan SSS tak alami hal itu, lantaran mereka mempunyai jam biologis sendiri akibatnya karena keadaan mutasi gen.

Menurut pakar neurologi klinis dari University of Utah, Dr. Christopher Jones (seperti yang ditulis oleh dreams. co. uk), “Individu dengan SSS mempunyai mood yang lebih semangat serta bentuk badan yang lebih kurus, sedang individu yang alami kekurangan saat tidur akibat masalah tidur lebih condong alami kegemukan. ” Ia juga memberikan, individu dengan SSS condong lebih tahan pada rasa nyeri serta desakan psikologis.


Apakah short sleeper syndrome aman untuk kesehatan? 

Pada individu sehat, keadaan SSS tak mengakibatkan permasalahan kesehatan lantaran mereka melakukan aktivitas sesuai sama jam biologisnya semasing. Tidur sebentar saja telah bisa penuhi saat untuk pergantian sel hingga saat tidur jadi lebih efektif serta tetaplah berkwalitas. Tetapi butuh diingat, keadaan SSS tak dihadapi oleh kebanyakan orang. Penuhilah keperluan saat tidur normal bila Anda terasa lemas serta alami beragam tanda-tanda kekurangan saat tidur waktu tertidur kurang dari enam jam.


Hal yang butuh di perhatikan bila durasi tidur Anda sangat pendek 

Terkecuali keadaan genetik yang mengakibatkan tidur sangat singkat, saat tidur seorang bisa beragam tergantung pola mengkonsumsi, tingkat kesibukan, serta keadaan kejiwaan. Sebagian orang bahkan juga memerlukan saat tidur sampai 11 atau 12 jam untuk rasakan kesegaran badan yang maksimal. Diluar itu, tanpa ada diakui pergantian saat tidur dapat juga bikin Anda punya kebiasaan tertidur sangat singkat ataupun sangat lama.

Keadaan SSS tak dihadapi oleh kebanyakan orang lantaran keadaan ini condong langka bila dibanding dengan masalah tidur. Dokter membedakan SSS serta masalah tidur lewat cara bertanya pola kesibukan. Sebagian orang juga condong tahan rasa mengantuk waktu siang hari dengan saat tidur yang singkat, tetapi hal semacam ini tetaplah beresiko untuk kesehatan.

Saat tidur yang sangat singkat bisa dipicu oleh sebagian keadaan salah satunya :

  • Pergantian saat kerja (shift) 
  • Desakan kejiwaan 
  • Alami penyakit kronis 
  • Rutinitas konsumsi kafein 
  • Mengkonsumsi alkohol atau merokok berlebih 
  • Mengkonsumsi obat yang memiliki kandungan simultan seperti kokain serta amfetamin 
  • Bila Anda mempunyai karakteristik yang sama dengan diatas serta/atau alami masalah tidur, itu artinya Anda tak alami SSS serta mungkin saja membutuhkan perbaikan pola tidur.

Minggu, 12 Februari 2017

Deja Vu


Deja vu, yang asal katanya diambil dari Bahasa Perancis, adalah suatu perasaan ketika seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Sekelompok orang mengasosiasikannya dengan gangguan pada otak sedangkan lainnya menghubungkan Deja vu dengan kehidupan lain di masa lalu. Pada suatu waktu, beberapa di antara kita tentu pernah mengalami hal ini.
          
  

Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi baru, seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu. Seseorang merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah melihat hal itu dalam mimpinya. Istilah Deja vu ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis. Kebanyakan mereka yang mengalami Deja vu mengklaim telah melihat sesatu dalam mimpi mereka atau sangat yakin telah melihat itu beberapa waktu yang lalu.

Beberapa Jenis Deja vu

Deja Senti: perasaan ini merujuk pada sesuatu "yang sudah dirasakan". Hal itu merupakan fenomena kejiwaan dan para peneliti meyakini bahwa sesuatu yang telah dirasakan di masa lalu itu sangat mirip dengan yang dirasakan saat ini. Kesamaan pada kedua pengalaman tersebut membuat seseorang merasa bahwa dia telah merasakan hal yang sama di masa lalu.

Deja Vecu: suatu perasaan bahwasanya segala sesuatu yang sedang terjadi baru saja itu identik dengan apa yang terjadi sebelumnya serta satu gagasan tidak wajar tentang apa yang akan terjadi berikutnya, diterminologikan sebagai Deja vecu. Seseorang yang mengalami perasaan Deja vecu mengklaim telah mengetahui apa yang sedikit lagi akan terjadi dan kadang kala merasa telah mengingat hal tersebut.

Deja Visite: Bentuk Deja vu ini merupakan suatu perasaan pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru. Seseorang yang mengalami bentuk Deja vu ini mengklaim memiliki pengetahuan tentang sebuah tempat yang belum dikunjungi. Seseorang mengklaim mengetahui letak geografi suatu tempat, ketika dia belum pernah ke sana dalam kenyataannya. Deja visite dicirikhaskan dengan sebuah pengetahuan tidak wajar tentang suatu tempat yang belum pernah dikunjungi.

            Para peneliti telah lama mencari berbagai sebab di balik Deja vu. Mereka mengasosiasikan penyakit-penyakit seperti schizophrenia, kegelisahan atau gangguan neurologi lainnya. Para peneliti belum mencapai kesuksesan dalam membangun hubungan antara penyakit-penyakit tersebut dengan Deja vu.

Namun, para peneliti telah menemukan bahwa Deja vu bisa saja merupakan hasil dari kegagalan sistem kelistrikan otak. Deja vu dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada
ingatan atau memori. Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu Deja vu. Obat-obatan seperti amantadine dan phenylpropanolamine telah diteliti sebagai penyebab perasaan Deja vu. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada area mesial temporal otak yang menyebabkan Deja vu.

Otak
manusia merupakan organ yang kompleks dan sangat menarik. Sudah merupakan kecenderungan otak untuk menarik kesimpulan dari berbagai situasi yang berbeda. Otak seringkali mencoba untuk bereksperimen mereproduksi suatu situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Oleh karena itu antisipasi beberapa kejadian oleh seseorang bisa membuat orang tersebut berpikir bahwa dia telah mengalami suatu kejadian yang sama di masa lalu.

Yang menarik di sini, bisa saja terjadi bahwa salah satu dari mata kita melihat sesuatu sebelum mata yang lain. Satu mata merekam kejadian sebelumnya. Mata yang lainnya, yang merekam kejadian yang sama beberapa milidetik kemudian, membuat otak merasakan ingatan. Salah satu mata merasakan sesuatu dan otak mengartikannya. Mata lain yang tertinggal beberapa milidetik merasakan hal yang sama dan mengirim gambar tersebut ke otak. Begitu otak merasakan hal yang sama beberapa milidetik kemudian, orang tersebut merasa bahwa dia telah melihat itu sebelumnya. Gagasan ini tidak dapat menjadi alasan tepat untuk Deja vu karena orang yang hanya memiliki satu mata juga mengalami Deja vu.

Tidak semua orang percaya bahwa semua bisa dijelaskan oleh
ilmu pengetahuan. Beberapa teori terkait dengan Deja vu pada kemampuan fisik tertentu yang dimiliki manusia, di lain pihak, orang lain mengatakan bahwa perasaan Deja vu merupakan hasil dari kehidupan lain di masa lalu. Memang benar, Deja vu memiliki sifat-sifat misterius.

False Awakening

False awakening atau tipuan tidur yaitu satu kondisi yang bikin seorang merasa sudah terbangun dari tidur/mimpinya, orang itu jadi tak sadar kalau sesungguhnya dianya masihlah belum terbangun dari tidur. False awakening umumnya berlangsung jika anda memiliki banyak gagasan yang perlu anda kerjakan, semua sangat memebebani otak sampai memengaruhi alam bawah sadar. Hasrat yang tertanam dalam alam bawah sadar kerap dikomunikasikan lewat mimpi supaya anda tetaplah konsentrasi dengan hasrat/gagasan anda itu. Hal semacam ini umumnya berlangsung saat dalam kondisi begitu capek, tetapi lakukan kebiasaan keseharian. Pada dasarnya, False Awakening berlangsung saat otak telah siap untuk terbangun serta beraktivitas seperti umum, tetapi badan sangat capek untuk betul-betul terbangun. 


Biasanya didalam mimpi ini mereka yang mengalami false awakening akan bermimpi tentang aktivitasnya sehari hari, seperti bekerja, ke sekolah, makan. Banyak orang yang pastinya sudah mengalami false awakening.

False Awakening akan berbahaya bagi orang yang tidak sadar kalau dia sedang bermimpi, dia bisa saja lebih memilih melanjutkan tidur dan melanjutkan aktivitasnya dalam mimpi ketimbang bangun dan melanjutkan kehidupan aslinya.

SleepWalking

Sleepwalking dikenal juga dengan sebutan somnabulisme, yaitu satu masalah yang mengakibatkan seorang bangun serta jalan waktu tengah tidur. Paling umum berlangsung pada anak pada umur 8 serta 12 th.. Sleepwalking tak mengisyaratkan ada permasalahan kesehatan yang serius atau membutuhkan penyembuhan. 

Tetapi, sleepwalking bisa berlangsung di semua umur serta bisa mengakibatkan tingkah laku bahkan juga beresiko, seperti memanjat keluar jendela atau kencing di almari atau kaleng sampah. 

Gejala 
Sleepwalking diklasifikasikan sebagai parasomnia, satu tingkah laku atau pengalaman yg tidak dikehendaki sepanjang tidur. Seorang yang alami sleepwalking bisa alami : 
  1. Duduk ditempat tidur serta buka matanya 
  2. Mempunyai ekspresi mata sayu atau berkaca-kaca 
  3. Berkeliaran di sekitaran tempat tinggal, mungkin saja buka serta tutup pintu atau mematikan serta menghidupkan lampu 
  4. Beraktivitas teratur, seperti kenakan pakaian atau bikin makanan ringan, bahkan juga mengemudi mobil 
  5. Bicara atau bergerak dengan canggung 
  6. Menjerit, terlebih bila juga alami mimpi buruk 
  7. Susah dibangunkan saat episode sleepwalking terjadi 
Sleepwalking umumnya berlangsung sepanjang tidur pulas dimuka malam, umumnya satu hingga dua jam sesudah tertidur. Orang yang lakukan sleepwalking akan tidak ingat episode sleepwalking-nya pada pagi hari. Sleepwalking umum berlangsung pada anak-anak serta umumnya makin hilang saat remaja dikarenakan jumlah tidur pulas yang alami penurunan. 


Penyebab 
Banyak aspek yang bisa berperan dalam sleepwalking yaitu : 
  1. Kurang tidur 
  2. Kelelahan 
  3. Stres 
  4. Kecemasan 
  5. Demam 
  6. Tidur di lingkungan asing 
  7. Obat-obatan, seperti zolpidem (Ambien) 
Dalam penelitian paling baru, beberapa pakar sudah temukan satu hal utama dibalik fenomena sleepwalking. Hasil riset pada empat generasi tunjukkan kalau fenomena ini mungkin saja di pengaruhi oleh aspek keturunan. 

Tim peneliti dari Washington University memonitor empat generasi keluarga yang mana 9 dari 22 anggota mereka menderita sleepwalking. Sesudah lakukan analisis DNA memakai sampel air liur, peneliti temukan kalau semua pengidap sleepwalking mempunyai kecacatan pada kromosom 20, yang dapat di turunkan pada generasi selanjutnya. 

Menurut peneliti, dengan cuma mempunyai satu salinan dari DNA yg tidak prima itu, seorang di pastikan alami masalah sleepwalking. Orangtua yang membawa gen ini, mempunyai kesempatan 50-50 untuk menurunkannya pada anak mereka. 

" Ada peluang beberap type gen juga ikut serta. Apa yang kami dapatkan yaitu tempat genetik pertama sleepwalking. Kami belum tahu gen-gen mana saja yang terkait dengan kromosom 20 yang bertanggungjawab. 

Sampai kami temukan gen, kita takkan tahu apakah ini berlaku untuk sebagian keluarga saja atau keluaraga besar pengidap sleepwalking. Dengan temukan gen-gen ini, pastinya menolong temukan langkah penyembuhan masalah ini, " ungkap Dr Christina Gurnett, pemimpin penelitian dari Washington University. 

Sleepwalking diprediksikan dihadapi satu diantara 10 anak, dari satu di antara 50 orang dewasa. Jika seseorang mengalami kondisi ini pada malam hari, bagian primitif dari otaknya yakni batang otak menjadi aktif, sedangkan bagian otak yang mengendalikan kesadaran justru tidak aktif.

Alhasil, dalam kondisi tertidur mereka bisa duduk, berjalan-jalan dan bahkan menyelesaikan pekerjaan yang cukup rumit. Dalam kondisi tertidur, mereka dapat melakukan hal-hal yang sifatnya biasa, tetapi tak jarang pula ada yang menjadi 'liar' sehingga mencederai orang lain atau bahkan tertabrak di jalan raya. 

Astral Projection

Astral Projection atau dapat juga dimaksud Meraga sukma yaitu satu kondisi dimana jiwa kita lakukan perjalanan sendiri ke tempat lain, terpisah dari badan kita. Namun ini bukanlah satu mimpi, lantaran bila ditilik, jiwa kita betul-betul ada ditempat lain itu, serta dapat lakukan satu kesibukan disana. 


Umumnya orang berasumsi kalau Meraga Sukma cuma dapat dikerjakan oleh beberapa orang yang memiliki bawaan dari lahir. Namun siapa katakan? Meraga Sukma yaitu pengetahuan, serta semuanya pengetahuan tentu dapat dipelajari. Bahkan juga Meraga Sukma tak dari semuanya manusia, seperti momen De Javu (terasanya mengulang satu keadaan, sampai merasa kalau pernah lakukan hal yang sama terlebih dulu), momen ketindihan (orang Jawa menyampaikan jika itu di tindih hantu, namun itu tak benar), sensai jatuh dalam tidur (bangun dengan kaget lantaran terasanya jatuh), dan lain-lain. 

masihlah ada sedikit perbincangan diantara ilmuan mengenai ini. Tetapi Teori Fisika Kuantum Modern begitu dapat di terima. 



Satu medium spesifik yang pancarkan bebrapa cahaya photon tak selama-lamanya penuh. Kadang-kadang terputus. Artinya ada campur tangan dari bebrapa cahaya photon dari dimensi saat yang tidak sama. 


Ingat mengenai pernyataan Einstein tentang relatifitas waktu?. beberapa pihak menyampaikan bila waktu tidaklah suatu hal yang linier. dengan kata lain, tak ada yang di sebut " masa lalu ", " masa kini ", " masa depan ", " kematian " ataupun " kehidupan " 
Sampai kini, sistem pendewasaan kita yaitu satu siklus, perjalanan antar dimensi 
Beberapa pakar menyampaikan tak ada yang dimaksud kematian. walau kita mati di dimensi ini, kita bakal tetaplah hidup di dimensi lain. Serta selalu lakukan perjalanan antar dimensi.